Sesekali ku bunuh Arya dalam fikiranku, ku bulatkan keyakinan untuk melupakan Arya yang tak pernah kembali. Ku raih puing-puing kehancuran hatiku dan aku menatanya kembali. Aku sudah lelah bersedih karena Arya yang bahkan mungkin sudah tak mengingatku.
Aku adalah Nilam yang tak harus bersedih sejauh ini karena orang membuat kehancuran. Aku harus bangkit!!
Beberapa bulan setelah masa sulit tentang Arya ku lalui, aku mulai menata hidupku lagi, melanjutkan kuliahku yang terbengkalai dan menyelesaikannya hingga aku membuat ibuku tersenyum bangga melihatku memakai toga. "Ah ibu, maafkan aku.."
Meski Arya masih ada dalam hati dan fikiranku, aku mencoba membunuh waktu untuk tak mengingatnya. Ku sibukkan diriku mengerjakan segala sesuatu yang ku bisa hingga tak ada lagi jeda untuk membiarkan rasa depresi itu ada. Aku hampir berhasil untuk kembali menguasai diriku atas kesedihan. Aku mulai bertemu dengan orang-orang yang selalu mendukungku selama ini. Ita, Nana, Sukma, mereka adalah orang-orang yang tak pernah meninggalkanku, ah bahagianya memiliki mereka.
Sampai saat itu tiba, Arya kembali menghubungiku..
Entah perasaan apa yang ada dalam benakku saat itu, setelah berbulan-bulan tidak memberi kabar kini ia kembali.
Senang rasanya tapi aku sedih, bahagia namun aku merasa kecewa, sampai tidak disadari perlahan air mataku menetes membasahi pipi. Entah rindu seperti apa yang meluap pada hatiku, entah takut yang seperti apa yang hinggap dalam fikiranku. Aku jelas tak memarahi Arya, aku tak membencinya, bahkan aku merindukannya..
Ku balas pesan darinya dengan dada yang berdegup kencang, berharap ia merasakan kesedihan yang menggerayangiku selama ini.
Aryaku kembali.. pekikku pelan pada Ita, Nana, dan Sukma. Mereka merasakan kebahagiaanku dan mengucapkan selamat.
"Ini buah kesabaranmu menantikannya selama ini meski dalam kesedihan, kamu mencintainya aku tahu itu." Gumam Nana tersenyum.
Ya aku mencintai dan menyayanginya, tapi entah apa yang kurasa ini seperti berbeda. Ini seperti sedih dan kecewa yang menumpuk pada hatiku. Bahagiaku sekejap saja dan selalu berlinang air mata.
"Tidakkah Arya kembali dan akan meninggalkanku lagi seperti saat itu ?" Bayang-bayang itu menghantui.
Bukan pertama kali Arya meninggalkanku selama berbulan-bulan. Ini sudah kali kedua, perasaan ini entah seperti apa jadinya. Aku memaafkan Arya, tapi sedih dan kecewaku kemarin mematikan hatiku..
Hingga terucap dari bibir Arya, bahwa ia menyayangiku namun entah harus dibawa kemana rasa sayangnya untukku. Ia berkata akan mendampingiku hingga aku menemukan pasangan yang baik untuk hidupku kelak. Seketika itu pula hatiku terasa menjadi abu..
Aku menunggunya selama ini meski dalam kesedihan dan kekecewaan tapi kalimat ini yang ku dapat darinya..
Aku kecewa tak bisa ku pungkiri. Aku sakit hati..
Jika kepergian Arya seperti ribuan jarum yang menusuki seluruh tubuh, hingga sakitnya ku rasa perlahan-lahan. Kalimat Arya hari ini bagaikan pedang tajam yang menghunus tepat pada jantungku..
Aku selesai dan entah harus bagaimana lagi, penantianku selama ini, kecewaku, sakit hatiku, berbuah sakit hati yang lebih menyakitkan. Aku mencoba untuk biasa saja dan menetralisir perasaan kecewaku, tapi aku tak bisa..
Dalam diam aku memeluk ibu, aku menangis sejadi-jadinya dipelukan wanita yang selalu menyabarkanku.
Tanpa bertanya ibu berkata padaku "Istirahatlah bila hatimu sakit, jangan terlalu memaksakan.. ibu mendoakanmu."
"Ibu.. aku lelah." teriakku dalam hati.
Entah harus apa entah bagaimana, aku hanya ingin diam dan tidak lagi mengenal siapapun. Aku hanya ingin menyembuhkan luka hatiku dengan kembali menyendiri.
Kecewaku menumpuk, namun aku memaafkan.
Entahlah, harus yang seperti apa lagi yang aku suguhkan. Aku lelah dan ingin beristirahat saja.. sendiri.
Senin, 24 Oktober 2016
Arya Part 2
Selasa, 30 Agustus 2016
Arya
Kecewa
adalah hal yang tidak diinginkan oleh siapapun, termasuk aku..
Siapa
sangka kecewa itu menyakitkan, dalam hal apapun rasa kecewa sebisa mungkin di
jauhkan dari jangkauan kehidupan. Termasuk kecewa karena sebuah hubungan
percintaan.
Namaku
Nilam, akhir-akhir ini kecewa seakan menyerang dan menyergap hidupku tanpa
jeda. Entah alasan apa yang pantas untuk menolaknya, aku rasa aku lelah dengan
sebuah kekecewaan terlebih karena cinta.
Aku orang
yang tak pandai membuka hati atau jatuh cinta dengan lelaki yang berusaha
mendekatiku, sampai akhirnya ku temukan sosok yang berbeda. Ia selalu bisa
membuatku jatuh cinta dengan caranya, aku selalu terpukau, aku selalu bahagia
dan aku bangga kepadanya. Hingga singkat cerita, kami bersama..
Lelaki
hebatku Arya namanya. Aku biasa memanggilnya Mas Arya, usia kami terpaut 4
tahun dalam hubungan ini. Meski dia lebih tua dariku, dia adalah sosok
penyayang dan penyabar yang sangat baik, tak pernah sedikitpun terlihat gurat
lelah diwajahnya karena sikap kekanak-kanakkanku. Ia selalu tersenyum, tertawa
bahkan penuh kejutan setiap harinya..
Aku jatuh
cinta, ya aku jatuh cinta sedalam ini padanya. Perasaanku selalu berjuta kejut
karena dia. Aku bahagia, bahagia yang tak bisa ku jelaskan pada orang
disekelilingku yang selalu menatap aneh karena perasaan cinta ini.
Mas Arya
adalah lelaki hebat dan penuh tanggung jawab di mataku. Aku mematri namanya
jauh di dalam hati ini, aku tidak ingin mengganti Mas Aryaku dengan orang lain,
fikirku saat itu. Karena perhatian dan perlakuannya yang begitu istimewa,
hariku seakan jauh lebih berwarna. Semangatku seakan membara dalam menjalani
rutinitas selama ini yang begitu melelahkan. Ya semua karena Mas Arya yang
begitu istimewa..
Hingga
akhirnya aku tak pernah menyangka, Mas Arya yang begitu ku hormati, ku kasihi,
ku cintai, pergi dan menghilang dari hidupku. Tidak ada lagi komunikasi, tidak
ada lagi cinta, tidak ada lagi bahagia, tidak ada lagi tawa yang singgah sejak
saat itu. Hidupku terasa kosong bahkan seakan tak berarti.
Hari
demi hari ku lalui tanpa kisah-kisah indah seperti dulu, aku seakan kehilangan
arah dan tujuan hidup selama ini. Ini mungkin sedikit lebay menurut mereka yang
menyaksikan kisah hidupku. Tapi pada kenyataannya inilah yang aku rasakan..
Fikiranku
entah menerka-nerka pada hal apa, aku tidak bisa berfikir dengan baik. Emosiku menjadi
tidak stabil dan cenderung menjengkelkan orang lain. Lingkunganku mulai tak
nyaman dengan sikapku yang sudah tak seceria dulu. Sahabat-sahabatku silih
berganti menghiburku agar tak berlama-lama bersedih karena Arya. Mereka mulai
mengajakku untuk bermain atau sekedar nonton film agar aku bisa lepas dari rasa
sedih itu. Namun, sekeras aku mencoba menolak kesedihan, sekuat tenaga juga
bayang-bayang Arya menghantui fikiranku.
Ketiga
sahabatku Ita, Nana, dan Sukma mulai kasihan pada keadaanku, mereka seakan
merasakan segala kegundahan, kekecewaan, sakit hati yang selama ini aku pendam
sendiri. Sebisa mungkin aku menutupinya, sejurus itu emosionalku pun memuncak karenanya.
Arya
memang istimewa dalam pandanganku, jika tidak memiliki keistimewaan itu, tidak akan
pernah aku jatuh jauh seperti ini. Kesedihan yang mendalam dan kekecewaan yang
memuncak membuatku menjadi malas dalam mengerjakan apapun. Kuliahku terbengkalai,
padahal hanya tinggal
selangkah lagi ku raih gelar sarjanaku. Beragam cara yang dilakukan sahabatku
untuk membujukku mengerjakan tugas akhir. Aku tak bergairah, gelar sarjana
sudah tidak aku inginkan, yang aku inginkan hanya Arya dalam hidupku.
Efek
cinta mungkin tidak hanya bahagia, tapi ternyata bisa meninggalkan duka yang
mendalam bagi seseorang. Setidaknya itu yang terjadi padaku. Sampai pada
akhirnya aku depresi karena Arya..
Tidak
ada tempatku untuk mengadu tentang gejolak rasa di hatiku. Tuhan ? Tuhan seakan
tidak pernah mendengarkan do’a-do’aku selama ini. Sempat aku membenci diriku
sendiri dan menyalahkan Tuhan. Betapa ia tak sayang padaku saat itu. Dengan cara-Nya,
Ia jauhkan Arya dariku. Ia cabut kebahagiaanku karena Arya. Tuhan tidak pernah
sayang padaku..
Aku tidak
lagi mempercayai hal apapun tentang cinta dan laki-laki. Sejak saat itu, aku
menutup diri untuk siapapun. Laki-laki hanya mengecewakan dan pembuat
kesedihan.
Satu-satunya
laki-laki yang tidak pernah membuatku kecewa adalah bapak. Bapak, Nilam rindu..
Dalam
langkah goyah ku hampiri bapak, mengusap pusaranya, menabur bunga dan mengucap
do’a. Dadaku sesak saat ku tumpahkan kerinduan pada bapak, dalam lantunan do’a
hatiku seakan berseru..
Bapak...
Nilam
rindu bapak..
Haruskah
Nilam jatuh sesedih ini karena laki-laki yang Nilam cintai ?
Kenapa
tidak ada laki-laki sebaik bapak untuk Nilam saat ini ?
Pak,
Nilam lelah.. Nilam lelah sendiri di sini
Nilam
lelah menghadapi rasa yang seperti ini, Nilam lelah..
Sabar
yang bapak ajarkan seakan Nilam tak punya, ikhlas yang bapak ajarkan seakan
tiada untuk Nilam..
Pak,
Arya orang baik yang kini pergi dari Nilam, haruskah Nilam membenci Arya ?
Arya
orang baik yang membuat hidup Nilam penuh putus asa, haruskah Nilam tetap
mengingatnya ?
Pak,
salahkah Nilam dengan semua perasaan dan pengharapan pada Arya ?
Bapaaak..
Peluk
Nilam sebentar saja..
Rabu, 27 April 2016
dear..
Pun jika kau pahami rasaku, aku seperti kehilangan sesosok penyemangat dalam hidup. Pun jika kau pahami hatiku, aku seperti tak ada di hatimu lagi..
Dan jika kau pahami hidupku, maka ketahuilah aku rindu, rindu pada engkau yang selalu ada setiap waktu, dan jika ku ungkap keinginanku, betapa aku tak pernah mempedulikan keinginanmu aku tau itu.. lalu jika kau tau kecewa dihatiku aku hanya takut engkau pergi dan kehilangan, seperti sekarang ini..
Jika kau pahami kecewaku, dimana tempatku kini dihatimu ? dihidupmu ? apa masih pada tempatnya ? atau telah tergantikan dengan seorang yang telah kau genggam tangannya ?
betapa hancur, tapi aku tak ingin kau tau hal ini, betapa sakit, tapi aku tak ingin kau merasakannya..
Genggam tangannya bila itu membuatmu nyaman, lalu aku ? abaikanlah, karena aku hanya bisa memendam rasa..
Betapa aku tak percaya kau melakukannya, disaat aku menjaga semua yang membuatmu sakit hati sampai detik ini, lalu engkau ?
Aku seperti ditusuk dari belakang, apa yang aku lakukan ? apa aku marah ? marah, marah, aku tak pernah bisa melakukannya padamu, ah entahlah...
Sebegitu besarnya kah perasaan ini pada engkau ? lalu aku tak mengetahui seberapa besar rasamu padaku kini, masihkah ada atau telah binasa dimakan usia..
ketahuilah, hingga detik ini perasaanku padamu masih sama, sama seperti beberapa akhir ini kita bersama tak berkurang sedikitpun, aku menghormatimu dalam segala keputusanmu..
maka taukah kau bahwa aku begitu takut kehilangan ?
Kepada engkau telah ku jatuhkan pilihan, maka setialah jika kau mampu lakukan..
Aku percaya engkau orang yang baik dan bertanggung jawab, maka apapun itu aku melupakan kejadian yang menyakitkan, aku tak mendendam dan tak ingin berlebihan..
Aku pelihara dan jaga hati serta perasaanku, maka lakukanlah hal yang sama jikapun engkau mampu..
do'aku selalu dalam setiap hembusan nafas untukmu..
Maka ketahuilah, aku menyayangimu hingga detik ini..
Senin, 04 Januari 2016
MyLDR
Kalian tahu apa yang membahagiakan untuk pasangan LDR ??
Yapp yap.. sebuah pertemuan. Dan itu terjadi padaku beberapa hari yang lalu :)
membahagiakan ? tentu saja..
Setelah berbulan-bulan hanya bisa berkomunikasi ria via telephon, sms, dan lainnya, akhirnya kami yang terpisah jarak bermil-mil jauhnya bertemu juga.. hihihihi
Apa yang terjadi ? kikuk ? tentu iya, semuanya terasa seperti mimpi, tapi pada dasarnya menyenangkan dan selalu membuat hati ini tersenyum.
Malu ? jangan tanya. Tentu saja rasa malu itu ada, tapi lebih besar rasa bahagia karena pada akhirnya pertemuan itu ada juga.
Apalagi yang membuat bahagia bertemu pasangan LDR mu ?
Tentu saja kita bisa melihat wajahnya, senyumnya, matanya, tangannya, pokoknya semua yang biasanya tidak pernah kita lihat kini begitu nampak jelas di depan mata. Ingin rasanya berlari, berteriak, kemudian memeluknya dan bilang "sayang, inikah kamu yang selama ini hanya bisa kudengar suaranya ?, sayang betapa aku mencintai dan merindukanmu sejauh ini." hahaha itu hanya ekspektasi karena pada kenyataannya aku hanya bisa diam, memandangi, menikmati, dan tersenyum bahagia dalam hati.
Well, sesenang dan sebahagia apapun kita bertemu pasangan LDR, harus tetap bisa menjaga segala sesuatu yang memang harus dijaga, jangan sampai karena kelewat senang dan bahagia kita lupa dan dibikin lupa. hihihi
Lalu, apa yang aku inginkan ketika bertemu dia ? hanya ingin diam, memandangi dengan seksama lalu bergumam dalam hati "Ya Allah, terimakasih engkau telah mempertemukan kami sejauh ini". sebagai tanda dan rasa syukur pada Sang Maha Kuasa. Pertemuan itu tidak akan terjadi jika tanpa kehendak-Nya. Sepanjang pertemuan itu hatiku tidak pernah berhenti mengucap syukur, Allah Maha segalanya, betapa beruntung Allah telah menitipkan ia padaku dan memberi kesempatan untukku mencintainya, tentu saja tanpa harus mengurangi rasa cintaku pada Sang Maha Cinta.
Aku tidak pernah mengeluh pada jarak, sejauh apapun jaraknya yang memisahkan pertautan diantara kami, jika Allah telah menghendaki aku bersamanya, tentu saja aku ikhlas menjalani semua ini. terlebih harus tetap bersyukur pada apapun itu yang telah Ia berikan padaku. Termasuk kamu. Kamu kini selalu ada dalam setiap bait do'a selepas sujudku. Berharap jarak ini segera berakhir dengan segala pembahagiaan yang lebih membahagiakan sesuai dengan harapan. Beraharap semua mimpi dan cita-cita terwujudkan sesuai dengan pengorbanan dan kesabaran. Beraharap kamu hanya menjadi milikku setelah Allah memberimu padaku, dan aku menjadi milikmu setelah Allah menitipkanku padamu. Lalu kita berdua bersama-sama saling membahagiakan dan menyokong satu sama lain.
Aku memintamu dengan baik pada yang Maha Memilikimu agar dapat bersamaku sampai akhirnya jarak kematianlah yang memisahkan kita.
Kepada kamu LDRku saat ini, mari saling menjaga, mari saling mempercayai, mari saling setia, mari saling membahagiakan, dan mari berjuang untuk mewujudkan cita-cita bersama agar aku dan kamu menjadi Halal. Amiin..
Untuk kalian yang memiliki pasangan LDR sejauh apapun itu, jangan menyerah dan mengeluh karena jarak dan pertemuan yang jarang. Mintalah pada Tuhanmu agar tidak ada jarak diantara kalian dengan cara yang dihalalkan. Dan berbahagialah bersama..
#MyLDR
Selasa, 23 Juni 2015
aku merindukan kalian..
Namaku Stella. Mahasiswa tingkat
akhir pada sebuah perguruan tinggi swasta di kota ku yang cukup terkenal. Aku
tinggal di Yogyakarta bersama kedua orangtuaku awalnya, namun kini mereka
berpisah di usiaku yang genap menginjak 23 tahun, di usia kematian adikku yang
belum genap satu tahun. Entah atas alasan apa mereka memutuskan untuk berpisah,
hanya akhir-akhir ini sepeninggal adikku mereka lebih sering memperdebatkan
sesuatu yang sepele bahkan cenderung tidak aku mengerti. Mungkin ini cobaan
terberat dalam hidupku, banyak alasan untuk aku mengatakan itu. Selain kematian
adikku yang cukup membuat hatiku tersayat, belum lagi luka itu tertutup rapat
aku harus kembali dihadapkan pada masalah perceraian kedua orang tuaku yang
juga menyisakkan luka yang semakin dalam. Siapa sih di dunia ini yang menginginkan
perceraian pada orang tuanya ? begitu juga dengan aku, aku tak pernah
memikirkan bahkan memimpikannya pun tidak. Orang tuaku bercerai karena masalah
yang mungkin tidak dapat mereka pecahkan berdua. Aku tidak mengerti apa yang
ada dalam pikiran mereka sehingga menjadi seperti ini, tidakkah mereka
melirikku ? anak mereka yang tinggal satu-satunya. Bagaimanapun aku merasa
sedih dan sakit hati atas ini. Tidakkah mereka ingat pada almarhum adikku ?
yang jika masih hidup akan merasakan sakit yang sama. Ditengah-tengah rasa
sedihku yang semakin mendalam, aku harus kembali dihadapkan pada kenyataan
pelik. Ya, sesuatu hal yang semakin membuatku merasa jatuh dan sakit hati. Kalian
tau, betapa hancurnya hatiku saat ini ? mengapa ?
Pernah berpikir bagaimana rasanya
kehilangan seorang yang dikasihi ? mungkin semua orang pada umumnya pernah
merasakan rasa sedih, sakit, bahkan kecewa atas kejadian tersebut. Begitu juga
dengan aku, ketika belum genap satu tahun atas kepergian adik yang sangat aku
sayangi, adik satu-satunya yang ternyata lebih disayangi oleh Tuhannya. Aku
harus kembali merasakan sakit pada hatiku atas perginya laki-laki yang juga aku
sayangi. Ia pergi bahkan tanpa memberi penjelasan mengapa ia begitu tega
meninggalkanku yang sangat merasa mencintainya dengan penuh. Lima bulan setelah
pertunangan kami, ia pergi dengan alasan tugas diluar kota, namun ternyata tak
pernah kembali bahkan tak pernah memberi kabar. Tahukah engkau kekasihku,
betapa sakitnya aku menunggumu selama ini, bahkan ada dua hal yang aku tunggu
dari engkau kini, yaitu kehadiranmu dan juga kabar darimu yang cenderung tak
pernah ada. Haruskah aku setiap hari menatap layar handphone demi memastikan
adanya kabar darimu, telephone atau bahkan hanya sekedar sms. Puluhan sms yang
ku kirim tak pernah engkau balas, apakah engkau sudah bahagia dengan orang lain
disana ? tidakkah engkau sadar bahwa selama hubungan jarak jauh yang kita
jalani aku sudah cukup bersabar atas semuanya, kini sabar seperti apalagi yang
engkau tuntut dariku ? atau memang kau sengaja pergi dariku hanya karena lelah oleh
sebuah jarak yang membentang diantara kita ?
Lalu, apalagi ini yang Tuhan berikan
padakku ? tidakkah ada orang lain yang bisa menerima ini selain aku ? mengapa
Tuhan tak henti-hentinya memberiku ujian dan cobaan tentang perasaan dan sakit
hati ? aku lelah, aku sangat lelah...
Aku bahkan tak punya teman untuk
berbagi cerita dan masalah yang menimpa dalam hidupku. Ketika ada seseorang
yang sangat aku cintai, dan bahkan ia pun berkata begitu padaku, seseorang yang
telah ku percaya, lebih dari sekedar sahabat, kakak, saudara, bahkan pacar kini
memilih pergi dariku. Tuhan..... apa salahku sehingga aku engkau buat sesakit
ini ?
Engkau lelaki yang tanpa kau sadari
selalu ku sebut dalam do’aku, tertanam dalam pikiranku, aku menaruh sebagian
hidupku padamu dan memercayakannya. Engkau lelaki yang menjadi labuhan
terakhirku, aku yang selalu tersenyum dan tertawa oleh tingkahmu, aku yang
merindukanmu setiap hari, aku yang bahkan tak pernah lupa sedikitpun untuk
menyelipkan namamu dalam setiap sujudku, megapa memilih pergi ? mengapa memilih
tak memberi kabar dan penjelasan ? apa yang salah dariku ? apa aku kurang
cantik ? apa aku tak seperti mantan-mantanmu ? apa aku kurang dalam berakhlak ?
apa aku kurang dalam beretika ?
Lalu, apa arti janji-janjimu akan
menungguku ? apa arti rancangan pernikahan yang telah kita rencanakan selama
ini ? apa arti dari kata sayang yang selalu kau ucapkan ? apa arti dari kata
rindu yang selalu kau dengung-dengungkan ? apa semua itu hanya untuk membuatku
melambung sesaat ? hanya untuk membuatku bahagia dan kau menghancurkannya ?
atau karena kau anggap aku wanita bodoh yang dapat kau tipu ?
Aku memang bodoh telah begitu menaruh
hati, jatuh cinta bahkan sangat menyayangimu. Tak peduli seberapa jauh jarak
diantara kita karena kota yang berbeda, tak peduli seberapa sering engkau
bertemu teman-teman cantikmu, tak peduli seberapa sering engkau membohongiku
soal kegiatanmu, tak peduli bahkan soal perasaanmu yang benar-benar mencintaiku
atau tidak. Jelasnya, aku telah begitu menyayangimu sedalam ini sehingga aku
berani memutuskan untuk bertunangan denganmu.
Tapi, apa yang kini engkau perbuat ?
secepat itu kau buatku bahagia, dan secepat itu pula kau biarkan aku berada dalam keterpurukan. Tidak taukah
engkau betapa aku merasakan sakit hati atas perlakuanmu yang bisa aku sebut kau
begitu mencampakkan ?
Tidak bisakah kau menjadi penghibur
laraku ketika begitu banyak masalah yang menimpa dalam kehidupanku ? engkau
yang ku kira benar-benar dalam masa tugas karena pekerjaanmu, ternyata pergi
meninggalkanku begitu saja, tanpa ada lagi kabar dan apapun darimu.
Harusnya engkau tau, aku sedang
merasa tidak biasa atas semua ini. Engkau yang selalu mengisi hari-hariku
dengan suaramu, pagi, siang, bahkan sampai tengah malam pun aku selalu setia menemanimu
dalam bekerja. Tidakkah kau ingat, kau selalu menelponku lewat dari jam 12
malam ketika engkau bekerja ? dan kita berdua bercanda sampai fajar tiba. Aku rela
melakukan itu semua karena aku mencintai dan menyayangimu.
Ah entahlah, untukmu yang aku tak tau
kini engkau ada dimana dan bagaimana keadaanmu, semoga engkau selalu baik, aku
masih menyayangimu hingga detik ini.
Untuk kedua orang tuaku, tolong
liriklah aku, janganlah kalian terlalu egois atas permasalahan yang tidak usah
diperdebatkan hingga mengakibatkan perceraian. Masih terus saling menuduh atas
keterlambatan membawa Syaga ke rumah sakit. Aku pikir kalian berdua sama
salahnya karena terlalu mementingkan pekerjaan tanpa sedikitpun menyisakan
waktu untuk kami anak-anakmu kala itu. Setiap hari kalian pergi disaat kami
belum bangun, dan pulang disaat kami telah terlelap tidur. Ayah, aku masih
butuh bimbinganmu sebagai seorang panutan untuk langkahku menyongsong masa
depan, aku membutuhkanmu di rumah ini. Ibu, aku masih membutuhkan kasih
sayangmu, omelanmu, teguranmu, kecerewetanmu, yang bahkan tak lagi pernah ku
dapat saat ibu memutuskan untuk pergi dari rumah dan meninggalkanku seorang
diri kala itu. Ayah dan ibu, maukah kalian kembali kerumah dan hidup bersamaku
lagi ? aku tak butuh semua kemewahan yang kalian berikan, aku hanya butuh
kalian berdua selalu ada disisiku, bersamaku, setiap hari sebagaimana keluarga
pada umumnya.
Adikku Syaga, maafkan atas semua
kesalahan mbakmu ini. Mbak tau, mbak bukanlah kakak yang baik bagimu, tapi
percayalah mbak sangat menyayangimu dibalik sikap mbak yang cenderung cuek. Bagaimanapun
kamu adalah adik mbak satu-satunya. Syaga, jika saja kamu ada dan bisa
mendengar semuanya, mbak ingin memelukmu dan menceritakan semua yang terjadi
selama ini. Betapa sakitnya hati mbak saat tau kamu pergi untuk selamnya, mbak
tidak percaya kamu pergi secepat ini, meninggalkan mbak, ayah, dan ibu.
Syaga, jika kamu tau apa yang terjadi
setelah kepergianmu, mungkin kamu juga akan merasakan sakit hati yang sama
seperti mbak saat tau ayah dan ibu memutuskan untuk bercerai dan tak hidup lagi
bersama.
Dek, kamu masih ingat mas Adit yang
kala itu meminta mbak menjadi istrinya ? ia juga pergi meninggalkan mbak dek..
semua pergi meninggalkan mbak sendirian. Mungkin tidak ada lagi yang sayang
sama mbak sekarang. Dulu saat ayah dan ibu pergi bekerja, masih ada kamu
dirumah yang jail dan usil sama mbak, masih ada kamu dan Mas Adit yang nemenin
mbak disaat sepi, tapi sekarang semuanya berubah. Mbak tidak hanya merasakan
sepi karena ditinggal ayah dan ibu bekerja, tapi juga karena meraka berpisah
dan memilih tinggal dirumah yang mereka kontrak, bukan dirumah kita dulu. Lebih
dari itu, mbak merasa kesepian dirumah karena tidak ada kamu yang selalu
becandain mbak walau mbak sudah marah-marah. Juga tidak ada lagi Mas Adit yang
mbak bangga-banggakan selama ini sama kamu. Dek, mbak kesepian..
Ayah dan ibu, Stella kangen kalian..
Syaga, mbak kangen sama kamu, mbak
kangen dek..
Mas Adit, kekasih hatiku.. aku juga
merindukan segala tentangmu..
Tuhan, lebih dari apapun masalah yang
menimpaku saat ini aku hanya ingin mereka bahagia. Peluk Syaga ya Tuhanku,
tempatkan ia di sisi-Mu. Aku menyayangi adikku meski Engkau lebih
menyayanginya..
Tuhan, titip rindu buat Mas Adit,
seseorang yang masih aku sayangi hingga detik ini meski mungkin ia telah
bahagia bersama yang lain.
Stella..
Minggu, 11 Mei 2014
Trio Kece..
ga tau kenapa sih dan apa alasannya kita bisa bareng- bareng terus bertiga, yang jelas kalo udah kumpul dunia serasa cuma kita yang punya.. haha lebaaayyy
klo lagi seneng serasa kesenangan itu cuma milik kita ajaa, yang laen lewaaaattttt..
klo lagi susah, serasa kesusahan hanya milik kita jugaa melassss bangettt kemana-mana hahaha.... tapiiiiiii ga pernah kita nujukin kesusahan sama orang lain cuma kita ber3 aja yang tau.. okeehhhhhh fine ini dia pendeskripsian temen-temen ku yang kecenya meleber kemana mana kaya aer tumpah dari bak :D
yang di sebelah kiri ku itu namanya Iis Marlina, kalo masih belum jelas juga dari tu foto, kalian bisa liat yang pipinya paling buletttt kaya bakpau baru diangkat dari panci masih panas gituuu hahaha
karena dikelas ku banyak banget yang namanya Iis jadi panggilan akrabnya itu adalah 'Imong' ga tau sihhh tu panggilan nemu dimana tapi yang jelas nama panggilan itu yang bisa bikin kita jadi akrab.. aku biasa manggil dia 3x imong imong imong hahaha udah kaya judul film gitu, tapi yaaa itulah yang bikin kita lengket bangett..
yang tengah itu akulahhh,,ga usah di jelasin juga yahhh.. udah jelas terpampang nyata gitu !! haha
yang sebelah kanan ku itu namanya Elis Sofiana, meskipun diantara kita bertiga dia yang paling kecil badannya tapi jangan ditanya usianya berapa bisa syooookkk dia, hahah
diantara kita bertiga Elis Sofiana lah yang paling tua, sekitar beda 2 sampe 3 tahunan gitu, tapi umur ga jadi masalah buat persohiban kece kita ini..
dia biasa kita panggil dengan sebutah teteh, maklum paling tua... (aduh ini kata tua berapa kali disebut amsyooonggg tehhh hahaha)
awalnya sih ga sengaja kenapa kita bisa jadi kebentuk trio gitu, dari tongkrongan tongkrongan yang ga pernah di sengaja pula kalo kita pulang kuliah..
tempat nongkrong kita pun termasuk tempat yang udah terkenal kemana-mana, banyak pengunjungnya, ya kita salah satunya..
karena suka kebingungan kita bakal nongkrong dimana setelah pulang kuliah, ga sengaja waktu itu hari selasa dan cuaca panas bangeetttt enaknya sih minum es seger seger gitu di tenggorokan.. dengan alasan cuaca panas itulah kita cussss pulang nyari tukang juss murah di pinggir jalan, tapi ga tau kenapa kita mengarahkan tujuan kesalah satu mini market gitu, saya yakin di daerah kalian pun ada..
kita pergi ke arah mini market al****rt gitu.. cuss ceritanya kita masuk tuh ke dalem dari gayanya sih perlente kaya yang mau belanja banyak tapi deeeengggggggggg kita ngademm di dalam sana hahaha penjaga mini market cuma senyum ngeliat kelakuan kita yang cuma jalan-jalan ngeliatin barang2, orang niatnya juga cuma mu ngadem haaaa..
ga sengaja gitu kita ngerem di tempat eskrim yang ada tulisannya beli 1 eskrim yang di maksud dapet hadiah minuman gitu. mata kita langsung ijoo tuh ngeliat tulisan yang begituan, jadilah kita belii dengan hanya modal Rp.18000 aja kita udah dapet eskrim 3 dan minuman kotak juga 3 hahaha...
badan udah adem kita putusin buat nikmatin itu es diluar mini market sampe abis semuanya.. okeehh itu jadi tempat nongkrong pertama kita setelah resmi sering bareng-bareng... hahaha
lama dari situ kita ga pernah nongkrong bareng lagi, padahal kita itu sekelas.. alasannya sih karena banyak tugas gitu jadi kita jarang maen lagi..
tapiiiii sekitar seminggu yang lalu, kita nongkrong bareng lagi tapi di tempat yang beda.. latarnya masih tetep sama di mini market, tapi kali ini kita ke tempat yang agak jauh dari lokasi awal..
niat awalnya pulang kuliah itu kita pengen beli milk shake yang ada di depan mini market in****rt gt, tapi yaaa seperti biasa karena cuaca panass kita planga plongo niat ngadeemm masuk deh ke tempat itu,,
lagi lagi kita nemuin eskrim yang murah dan kejadian sama pun kita lakukan, jajan didalem mini market udah selese waktunya nikmatin itu eskrim di depan, selain eskrim kita juga beli milk shake dan makanan yang lain yang di jual di situ,, ampuuunnn dehhhhh peruttt kitaa kuat banget nampung banyak makanan hahaha
ketika orang-orang ngumpul sama temnnya itu ngobrolin seputar cowok ataupun pacarnya, atau kadang ngomongin orang, tapi yang kita lakukan beda,,, kita itu doyannya ngumpul buat ngejajal makanan dan barang-barang murah gt, tapiii kita ga gengsiii tuh yang penting hepiii nikmatin masa muda bareng temen-temen haaa...
hidup itu buat di nikmatin, semakin kita menikmati hidup semakin kita pandai bersyukur,,
kita juga kaya gitu semakin banyak tempat nawarin barang murah apalagi beli 2 gratis 1, semakin sering pula kita bertiga keluyuran hahaha.. yang penting ga pernah merugikan orang lain, dan jangan sampeee bikin orang lain rugi gara-gara ke-kecean kita hahaha
Minggu, 04 Mei 2014
ABG Alay masa kini
pernah ga lucu-lucuan sama temen sekolah, kuliah, nongkrong, pokonya yang bebau temen dengan cara atau hal terpopuler saat ini yaitu narsis gila di depan kamera hape trus kalian jepret-jepret foto selfie ????
untuk hal seperti itu kayaknya sering ya,, narsis jijay lebay sama selfie itu emang akhir-akhir ini sedang mendera seluruh umat manusia di dunia. entah itu muda, tua, anak-anak, dewasa, janda, duda, apapun itu statusnya saat ini mereka lagi doyan selfie gitu.. (termasuk aneee.. haaa)
tapi yang bikin kali ini gue enek.. adalah saat gue liat sepasang anak ABG masa kini berseragam batik biru di tempat biasa gue nongkrong bareng temen-temen, lagi berselfie ria..
yang bikin enek itu saat mereka punya panggilan sayang yang masih menurut gue jijay lebay yaitu mamah-papah, untuk seukuran mereka !!! (heyyy nyadar diri ga lo masih SMP !!!)
okehh gini ceritanya..
gak sengaja waktu itu kira-kira hari kamis sekitar jam 2 siang, gue yang kece ini pengen beli bakso ke tempat langganan gue, dan naas gue kali ini sendirian !
sesampainya di tempat bakso, gak tau kenapa ni mata ga mau diem larak lirik terus ke semua sudut ruangan di tempat itu. sampai akhirnya gue nemuin sepasang makhluk yang kira-kira lagi dimabuk cinta berseragam batik-biru ( dari seragam batiknya gue kenal mereka masih SMP)
percakapan diantara mereka pun di mulai...
cewek : "Pah mau pesen apa ? Bakso atau Mie ayam ?
(kebetulan tempat baksonya juga nyediain mie ayam gitu..)
cowok : "papah mah bakso mah, tapi baksonya aja ya.."
cewek : oke papah chayank...
deeenggg telinga gue gatel banget denger kata "Mamah-Papah" yang mereka ucapkan tadi..
anak SMP panggilannya udah Mamah-Papah gimana udah SMA lo ?? Kakek-Nenek lo pake ???
terlepas dari itu semua gue kira itu adalah gaya pacaran terlebay yang pernah gue liat dengan panggilan alay kaya gitu. (sayang sih boleh sayang, tapi ga harus mamah papah juga keleuusss, lo jamin apa lo bakal nikah ama dia) haha.. whatever..
dan yang nambah bikin gue ngakak adalah saat gue liat ke arah mereka lagi, yang mungkin lagi ngisi kekosongan waktu karena bakso pesanan mereka blom dateng, yaitu mereka berselfie ria dengan bibir di monyong-monyongin hahaha..
si papah tiba-tiba ngerangkul pundak si mamah dan si mamah monyongin bibir ke arah si papah sambil megang hape, terus seribu pose alay mereka tunjukin ke gue yang saat itu lagi sendiri nikmatin bakso yang tiba-tiba jadi hambar rasanya gara-gara pose mereka.. haha
ampunn dehh,, selfie emang lagi ngetrend tapi apa harus juga ya di tempat yang gue rasa cukup umum dan lagi banyak pengunjungnya, trus lo selfie bareng pacar lo sambil rangkul-rangkulan trus monyong-monyongin bibir... hahaha emang sih tergantung pribadi tiap orangnya tapi untuk mereka sang ABG SMP gue kira harus tau tata kesopan santunan di tempat umum..
apapun itu, buat adik-adik SMP yang kebetulan udah punya pacar janganlah sampe kalian alay jijay lebay ngacay kaya gitu malu-maluin diri sendiri walaupun emang kalian hepi, tapi liat efek setelahnya ya...
dan yang tambah jijaynya itu loh,, ko gue mau-maunya dan sempet-sempetnya liat mereka pose dari awal sampe akhir !!! gue ga nyadarrr gilaaaaa....
hahaha..
untuk hal seperti itu kayaknya sering ya,, narsis jijay lebay sama selfie itu emang akhir-akhir ini sedang mendera seluruh umat manusia di dunia. entah itu muda, tua, anak-anak, dewasa, janda, duda, apapun itu statusnya saat ini mereka lagi doyan selfie gitu.. (termasuk aneee.. haaa)
tapi yang bikin kali ini gue enek.. adalah saat gue liat sepasang anak ABG masa kini berseragam batik biru di tempat biasa gue nongkrong bareng temen-temen, lagi berselfie ria..
yang bikin enek itu saat mereka punya panggilan sayang yang masih menurut gue jijay lebay yaitu mamah-papah, untuk seukuran mereka !!! (heyyy nyadar diri ga lo masih SMP !!!)
okehh gini ceritanya..
gak sengaja waktu itu kira-kira hari kamis sekitar jam 2 siang, gue yang kece ini pengen beli bakso ke tempat langganan gue, dan naas gue kali ini sendirian !
sesampainya di tempat bakso, gak tau kenapa ni mata ga mau diem larak lirik terus ke semua sudut ruangan di tempat itu. sampai akhirnya gue nemuin sepasang makhluk yang kira-kira lagi dimabuk cinta berseragam batik-biru ( dari seragam batiknya gue kenal mereka masih SMP)
percakapan diantara mereka pun di mulai...
cewek : "Pah mau pesen apa ? Bakso atau Mie ayam ?
(kebetulan tempat baksonya juga nyediain mie ayam gitu..)
cowok : "papah mah bakso mah, tapi baksonya aja ya.."
cewek : oke papah chayank...
deeenggg telinga gue gatel banget denger kata "Mamah-Papah" yang mereka ucapkan tadi..
anak SMP panggilannya udah Mamah-Papah gimana udah SMA lo ?? Kakek-Nenek lo pake ???
terlepas dari itu semua gue kira itu adalah gaya pacaran terlebay yang pernah gue liat dengan panggilan alay kaya gitu. (sayang sih boleh sayang, tapi ga harus mamah papah juga keleuusss, lo jamin apa lo bakal nikah ama dia) haha.. whatever..
dan yang nambah bikin gue ngakak adalah saat gue liat ke arah mereka lagi, yang mungkin lagi ngisi kekosongan waktu karena bakso pesanan mereka blom dateng, yaitu mereka berselfie ria dengan bibir di monyong-monyongin hahaha..
si papah tiba-tiba ngerangkul pundak si mamah dan si mamah monyongin bibir ke arah si papah sambil megang hape, terus seribu pose alay mereka tunjukin ke gue yang saat itu lagi sendiri nikmatin bakso yang tiba-tiba jadi hambar rasanya gara-gara pose mereka.. haha
ampunn dehh,, selfie emang lagi ngetrend tapi apa harus juga ya di tempat yang gue rasa cukup umum dan lagi banyak pengunjungnya, trus lo selfie bareng pacar lo sambil rangkul-rangkulan trus monyong-monyongin bibir... hahaha emang sih tergantung pribadi tiap orangnya tapi untuk mereka sang ABG SMP gue kira harus tau tata kesopan santunan di tempat umum..
apapun itu, buat adik-adik SMP yang kebetulan udah punya pacar janganlah sampe kalian alay jijay lebay ngacay kaya gitu malu-maluin diri sendiri walaupun emang kalian hepi, tapi liat efek setelahnya ya...
dan yang tambah jijaynya itu loh,, ko gue mau-maunya dan sempet-sempetnya liat mereka pose dari awal sampe akhir !!! gue ga nyadarrr gilaaaaa....
hahaha..
Langganan:
Postingan (Atom)
